Thursday, August 24, 2017

Thursday, August 24, 2017
Sidang Paripurna
NetizenDepok -- Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengajukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) untuk tahun anggaran 2017. Dalam pengajuan tersebut, anggaran belanja daerah Kota Depok diusulkan naik sebesar 8,96 persen dari Rp 2.956.844.331.873,92 menjadi Rp 3.221.696.490.997,28.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, pengajuan APBD-P tahun anggaran 2017 tersebut, akan digunakan oleh Pemkot Depok untuk membiayai enam program prioritas Kota Depok. Keenam program tersebut, antara lain terkait penanganan masalah infrastruktur kota yang fokus pada kemacetan dan banjir.

“Kemudian, yang kedua adalah program prioritas terkait Kota Layak Anak dan Ramah Lansia, melalui peningkatan infrastruktur yang mengakomodir lansia dan penyediaan taman yang terintegrasi antara pembangunan taman yang ramah lansia dan anak,” ujar Mohammad Idris, saat rapat paripurna terkait Penyampaian Nota Keuangan Perubahan APBD dan Raperda Kota Depok tentang APBD-P Tahun Anggaran 2017 di ruang sidang DPRD Kota Depok, Kamis (24/08/2017).

Lebih lanjut, ucap Mohammad Idris, program prioritas Pemkot yang ketiga adalah pengembangan ekonomi berbasis ekonomi kreatif. Kemudian, sambungnya, program prioritas keempat adalah peningkatan peran keluarga. Kelima, program pengembangan wisata berbasis potensi lokal. Serta, keenam, program ketertiban dan kerawanan sosial.

“Keenam program prioritas tersebut, nantinya akan menjadi fokus yang utama bagi Pemkot Depok terhadap pembangunan kota ke depannya,” ucapnya.

Mohammad Idris menuturkan, selain ditujukan pada keenam program prioritas tersebut, APBD-P 2017 juga diperuntukkan terhadap perubahan pembiayaan belanja daerah bagi penyesuaian terhadap belanja langsung maupun belanja tidak langsung Kota Depok. Terkait belanja tidak langsung, terdapat perubahan meliputi belanja pegawai, belanja hibah, bantuan sosial, bantuan keuangan partai politik (parpol), serta belanja tidak terduga lainnya.

“Sedangkan untuk perubahan pada belanja langsung meliputi, belanja pegawai, belanja barang dan jasa, serta untuk belanja modal,” terangnya.

Dirinya menambahkan, untuk dapat memenuhi defisit anggaran tersebut, Pemkot Depok berencana akan menggunakan pos anggaran pembiayaan daerah yang salah satunya berasal dari Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) tahun 2016, sehingga perubahan anggaran yang diajukan oleh Pemkot Depok tersebut dapat terpenuhi.

“Pos anggaran pendapatan untuk tahun 2017, ditargetkan sebesar Rp 2.667.834.123.042. Kemudian untuk anggaran belanja daerah yang telah kami sampaikan sebesar Rp 3.221.696.490.997,28. Artinya, terdapat defisit anggaran sebesar Rp 543.862.367.954,36. Namun, hal tersebut dapat dipenuhi dari Silpa Kota Depok tahun 2016 sebesar Rp 643.862.367.954,36,” tandasnya.

0 comments:

Post a Comment